Post - Production
Pasca Produksi (Post-Production) secara simpel adalah bagian dari proses Pembuatan Film, Video, Iklan Video, Fotografi atau Karya Digital lainnya yang dikerjakan setelah proses perekaman visual.
Butuh kerjasama antara Sutradara, Produser dan Editor, termasuk animator (jika dibutuhkan). Ini untuk mengantisipasi jika ada kekurangan bahan dalam proses editing. Mengapa? Karena jika ada kekurangan dalam proses produksi (Shooting) ketika telah masuk proses editing, akan berakibat pengulangan atau penambahan shooting scene.
1. Memilih format file editing
Untuk mengantisipasi jumping visualisasi film, sangat dibutuhkan keseragaman format digitalnya. Oleh karena itu harus ditentukan sejak awal. Telah tersedia software editor film yang banyak beredar
2. Rough Cut
Roughcut dalam film biasa dimaknai sebagai penggabungan gambar (visual) dari scene-scene sesuai dengan naskah dan yang telah direkam dalam proses produksi film. Setelah melakukan diskusi dengan sutradara tentang visualisasi gambar, transisi-transisi antar gambar, dan lain-lain, maka akan dicapai visualisasi terbaik yang biasa disebut picture lock (mengunci gambar).
3. Foley
Foley merupakan proses menambahkan sound effect pada film. Misalnya, membutuhkan suara daun pintu yang sedang membuka/menutup, suara kaki berjalan, suara air yang tumpah, dan lain sebagainya.
4. Mixing
Aku memaknai mixing sebagai penggabungan beberapa unsur dari jenis suara yang telah kita punya, dialog, ADR (Automatic Dialogue Replacement), sound effect, dan musik, untuk mendapatkan suara yang lebih menyatu dan harmoni.
5. Credit Title
Pengisian Credit Title biasanya beberapa posisi penting ada di depan; misalnya produser, sutradara, DOP, Penulis Naskah, Aktor utama. Selebihnya ada di belakang film.
6. Membuat Trailer
Dari sekian gambar yang telah di-edit, editor bertugas membuat trailer, sekitar 90-120 detik. Trailer merupakan gabungan dari beberapa gambar yang kita pilih dan terbaik untuk menarik penonton. Sebaiknya gambar yang dipilih bisa membuat stimulasi publik untuk menonton film kita.
7. Mastering
Mastering merupakan pembuatan master film yang tersusun dari beberapa unsur film yang telah di-mixing; gambar (picture), dialog, sound effects, dan musik.
8. DCP (Digital Cinema Package)
Untuk film komersial, dibutuhkan media yang disebut DCP (Digital Cinema Package) untuk proses pemutaran di bioskop.



Komentar
Posting Komentar