Production



Tahap ini fokus pada pengambilan gambar/visual (shooting) beserta audio dari sebuah film. Biasanya disebut shooting day.

Catatan penting sebelum Tahap Produksi adalah: bahwa Tahap Pra-Produksi harus sudah fixed! Tahap mana, semua hal yang kita bicarakan dalam tahap Pra-Produksi telah selesai dan fixed (tetap). Diusahakan tidak ada perubahan yang signifikan jika sudah masuk dalam wilayah Produksi. Karena wilayah ini adalah ruang eksekusi sebuah keputusan karya kolektif.

1. Pemain, Kru Film & Skedul Produksi

Dianjurkan dalam masa Pra-Produksi diadakan Workshop untuk talent, baik pemain utama, supporting talent, maupun ekstras (figuran). Ini idealnya, yang penting adalah pemain utama dan supporting talent. Sedangkan figuran bisa on the spot dilatih secara singkat, asal figuran mampu melakukan improvisasi secara baik.

Untuk lebih efektif waktu dan biaya, workshop sebaiknya mengacu dan fokus pada naskah yang akan diperankan. Sehingga talent bisa menguasai naskah secara baik dan tinggal menyesuaikan dengan lokasi di lapangan.

Kesiapan Pemain (talent) dalam konteks ini juga diiringi dengan kesiapan Talent Coordinator untuk siap mengkoordinasikan semua talent sesuai dengan skedul produksi.

2. Kesiapan Lokasi

Apakah semua lokasi telah clear dan disepakati? Jika sudah, apakah semua lokasi telah mendapatkan ijin dari pemiliknya? Ini penting, dan jangan sampai waktu produksi telah siap, ternyata bubar gara-gara perijinan belum diurus. Dan jangan lupa kesepakatan-kesepakatan dengan pihak pemilik lokasi terkait kebersihan, atau biaya-biaya yang harus dibayarkan, jika dikenakan biaya.

Jangan lupa juga Tim Produksi menyiapkan lokasi-lokasi pendukung. Misalnya Ruang Transit Pemain, ruang Make-up, lahan parkir, tempat Genset, tempat Konsumsi (PU), termasuk MCK, dan lain-lain yang mendukung operasional produksi. Sepertinya ini sepele, tapi sangat penting. Apalagi jika melibatkan banyak pemain dan kru film.

 3. Alat, Setting & Properti

Tim Produksi juga harus pinter-pinter memilih alat yang akan disewa. Dengan pertimbangan budget, kita bisa memilih alat yang sama dengan harga yang lebih murah. Tentu prinsip ekonomi perlu diterapkan.

Kesiapan setting dan property bisa meliputi barang-barang yang disewa dan barang-barang yang harus dibuat sendiri. Sebaiknya sebelum shooting day dimulai, property sudah ready. Karena jika disiapkan sambil jalan (dalam masa produksi) pekerjaan akan terasa terburu-buru dan berakibat hasil yang kurang maksimal.

4. Kesiapan koordinator talent, wardrobe & Make-Up

Seorang Talent Coordinator dituntut untuk melayani kebutuhan seluruh talent, baik pemain utama, pemain pendukung atau ekstras (figuran). Berkoordinasi dengan Unit Manager untuk melayani transportasi (jika mungkin harus antar jemput), konsumsi, tempat transit (istirahat), ruang wardrobe dan make-up.

Kesiapan bagian Wardrobe dan Make-up pemain relatif sama dengan kebutuhan bagian Property.Yang perlu di-check adalah kesiapan seluruh kostum dan peralatan make-up semua artis pada semua scene yang dibutuhkan naskah.

Make-up pun perlu disiapkan alat atau bahan mana yang dibutuhkan untuk semua adegan dalam film. Apakah semua bahan telah siap? Ini termasuk bahan-bahan untuk efek luka atau efek tua, misalnya. Atau dalam film horor biasanya membutuhkan bahan-bahan untuk efek menyeramkan. Jangan sampai ada bahan yang membahayakan untuk kesehatan pemain. Misalnya menggunakan kopi untuk efek kulit agar tampak agak coklat kehitaman. Atau efek-efek lain dengan menggunakan bahan yang tidak membahayakan bagi kulit pemain.

5. Konsumsi & Transportasi

Dalam konteks kebutuhan konsumsi, Unit Manager harus mengkalkulasi day by day kebutuhan konsumsi, baik untuk pemain maupun kru. Skedul kerja orang film biasanya full day, kadang tak ada batasnya. Ini semata-mata untuk mengejar target penyelesaian scene sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Maka perlu diperhitungkan estimasi jumlah pemain dan kru produksi pada tiap hari dalam skedule produksi. Ini yang akan menentukan budget konsumsi dalam shooting day. Jangan sampai dipukul rata, jumlah pemain sekian, jumlah kru sekian, maka tiap hari konsumsi berjumlah sekian.

 


Komentar

Postingan Populer