Pre - Production
Konsep, Sinopsis & Skenario
Pra-Produksi mengacu pada hal-hal yang dilakukan oleh Tim Produksi sebelum eksekusi pengambilan gambar dalam membuat sebuah film (sebelum produksi film).
1. Membuat Konsep Dasar Naskah Film
Konsep naskah di sini yang memuat, visi, misi, tujuan film dibuat, jenis/genre film, durasi, segmentasi penontonnya dan perangkat-perangkat dasar yang melatarbelakangi sebuah film dibuat/diproduksi. Atau mungkin dalam istilah perangkat keras (Hard Ware) sebuah Komputer, konsep film saya ibaratkan sebagai spesifikasi HardWare.
Dengan spesifikasi yang jelas, kemampuan sebuah komputer akan terpetakan. Demikian juga sebuah film, spesifikasinya jelas akan terarah mau ke mana imajinasi penonton dibawa, pesan apa yang mau disampaikan (What to say?) dan bagaimana (How to say?) teknik menyampaikan pesan dalam film yang akan kita buat.
2. Membuat Sinopsis Film
Sinopsis film adalah gambaran umum sebuah film secara naratif. Jika dalam film fiksi, sinopsis film akan bercerita tentang jalan cerita film secara umum. Ini yang akan mendasari sebuah naskah film dibuat, karena di dalam sinopsis tidak menggambarkan jalan cerita secara detail.
Dalam sinopsis film fiksi biasanya dijelaskan jalan cerita secara naratif global. Perlu juga kiranya mengungkapkan stressing atau konflik-konflik yang akan muncul. Kemudian ada ending yang muncul di belakang.
Dalam film Non-Fiksi sinopsis menurut saya tetap dibutuhkan untuk mengetahui segmen-segmen dan alur narasi dalam mendeskripsikan sebuah pesan atau pengetahuan. Film Non-Fiksi bisa dibuat tanpa adanya bagian dramatik. Ada pula yang diselingi unsur-unsur dramatis sebagai penyambung antar segmen atau sebagai 'pemanis' sebuah pengantar pengetahuan/pesan.
3. Naskah Cerita
Dalam pembuatan naskah cerita seorang penulis naskah perlu sedikit mengernyitkan dahinya untuk berimajinasi dalam detail narasinya. Di samping itu perlu kecermatan dalam alur cerita. Tokoh siapa saja yang menjadi protagonis, siapa saja yang menjadi tokoh antagonis, mana saja yang menjadi netral, dan konflik-konflik apa saja yang muncul, termasuk endingnya seperti apa. Semua harus terpetakan dalam naskah cerita ini.
Di samping itu pula, penulis naskah perlu mencermati dan mengidentifikasi properti apa saja yang akan muncul dalam cerita tersebut. Ini bukan hanya kebutuhan sebuah cerita an-sich, tapi juga dibutuhkan penyesuaian terhadap budget produksi film.
4. Membuat Naskah Skenario
Naskah skenario merupakan implementasi dan pengembangan dari sinopsis dan naskah cerita yang telah dibuat oleh penulis naskah film.
Seorang penulis naskah skenario harus mempunyai daya imaginasi yang baik. Karena pengembangan sinopsis dalam bentuk skenario menuntut hal-hal yang detail dari bagian sinopsis.
Di samping itu, penulis naskah skenario juga harus faham dengan istilah-istilah kepenulisan skenario. Saya kira bisa dipelajari dari buku-buku teknis tentang aplikasi pembuatan naskah skenario.
Penulis naskah skenario harus faham dengan simbol-simbol visual maupun karakter suara atau ilustrasi sebuah film. Karena film adalah simbol-simbol yang muncul dalam karya visual yang bertujuan untuk mentransfer sebuah pesan kepada penonton atau penikmat film.
Seorang penulis naskah skenario juga dituntut mempunyai imajinasi yang kuat. Setiap scene dia bisa membayangkan suasana dan pesan yang akan disampaikan kepada penonton. Kesadaran akan ruang visual maupun simbol-simbol visual harus teraplikasikan secara benar.
5. Bedah Naskah
Bedah naskah adalah mengkaji dan mengidentifikasi secara teknis terhadap bagian-bagian naskah atau scene dari beberapa unsur untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan teknis di lapangan (pada waktu produksi/shooting day).
Mengapa bedah naskah ini penting? Karena ini menjadi ruang deskripsi dan sekaligus diskusi antara sutradara, penulis naskah, dan bagian-bagian lain dalam tim produksi film. Sehingga divisi-divisi lain bisa mengetahui kemauan sutradara.
Unsur-unsur yang dibedah ada beberapa hal, di antaranya adalah:
a. Setting waktu/era & Properti
b. Visualisasi gambar
c. Sound effect dan ilustrasi



Komentar
Posting Komentar